Review Pondok Pesantren Winong Cirebon

Andini Rahayu

Sejarah dan Latar Belakang

Pondok Pesantren Winong, yang juga dikenal sebagai Pesantren Tahsinul Akhlaq, terletak di Desa Winong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon. Pesantren ini didirikan pada tahun 1919 oleh KH. Mustahdi Hasbulloh, seorang ulama yang dikenal karena ketelatenannya dalam mengajar dan keikhlasannya dalam mendidik santri. Pesantren ini merupakan salah satu pesantren salaf tertua di wilayah Cirebon dan sekitarnya, yang mengadopsi metode pengajaran dari Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.

Kurikulum dan Metode Pengajaran

Pondok Pesantren Winong mengadopsi kurikulum salaf murni, yang berarti fokus pada pengajaran kitab-kitab klasik Islam seperti nahwu, shorof, fiqih, tasawuf, dan akhlaq. Metode pengajaran yang digunakan adalah metode bandongan, di mana santri belajar bersama-sama di bawah bimbingan langsung dari pengasuh pesantren. Setiap pagi, setelah pengajian Al-Qur’an, santri mengikuti pelajaran kitab kuning yang diajarkan oleh pengasuh pesantren.

Fasilitas dan Sarana Prasarana

Pesantren Winong dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Beberapa fasilitas yang tersedia antara lain:

  • Madrasah Ibtidaiyah (MI): Untuk pendidikan dasar setara SD.
  • Tahfidz Al-Qur’an: Program khusus untuk menghafal Al-Qur’an.
  • Laboratorium: Untuk praktik ilmu pengetahuan.
  • Koperasi: Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari santri.

Kehidupan Santri

Kehidupan santri di Pondok Pesantren Winong sangat disiplin dan penuh dengan kegiatan keagamaan. Setiap hari, santri mengikuti jadwal yang ketat mulai dari shalat berjamaah, pengajian Al-Qur’an, hingga pelajaran kitab kuning. Selain itu, santri juga diajarkan untuk mandiri dan bertanggung jawab dalam mengurus kebutuhan sehari-hari mereka.

Pengasuh dan Alumni

Pondok Pesantren Winong diasuh oleh KH. Mustahdi Hasbulloh, yang dikenal sebagai sosok yang telaten dan penuh keikhlasan dalam mendidik santri. Beliau mengajarkan santri dengan metode yang disesuaikan dengan tingkatan umur dan kemampuan masing-masing santri. Banyak alumni pesantren ini yang telah menjadi ulama dan tokoh masyarakat di berbagai daerah, menunjukkan kualitas pendidikan yang diberikan di pesantren ini.

BACA JUGA:  Review Toko Al Bahjah Cirebon

Prestasi dan Penghargaan

Pondok Pesantren Winong telah mendapatkan berbagai penghargaan atas kontribusinya dalam dunia pendidikan Islam. Salah satu penghargaan yang diterima adalah dari PBNU pada tahun 2023, yang mengakui pesantren ini sebagai salah satu pesantren tertua di Indonesia yang telah berdiri lebih dari satu abad. Penghargaan ini menunjukkan bahwa pesantren ini tidak hanya bertahan dalam waktu yang lama, tetapi juga terus memberikan kontribusi yang signifikan dalam dunia pendidikan Islam.

Kegiatan Ekstrakurikuler

Selain kegiatan akademik, Pondok Pesantren Winong juga menyediakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan bakat dan minat santri. Beberapa kegiatan ekstrakurikuler yang tersedia antara lain:

  • Kesenian Islam: Seperti hadrah dan marawis.
  • Olahraga: Seperti sepak bola dan bulu tangkis.
  • Keterampilan hidup: Seperti pertanian dan kerajinan tangan.

Hubungan dengan Masyarakat

Pondok Pesantren Winong memiliki hubungan yang erat dengan masyarakat sekitar. Pesantren ini sering mengadakan kegiatan sosial seperti bakti sosial, pengajian umum, dan kegiatan keagamaan lainnya yang melibatkan masyarakat sekitar. Hal ini menunjukkan bahwa pesantren ini tidak hanya fokus pada pendidikan santri, tetapi juga berperan aktif dalam membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat.

: Suara Pesantren
: Laduni

Also Read

Bagikan:

Avatar photo

Andini Rahayu

Menyukai hal yang baik-baik.....