Sejarah Kota Cirebon
Kota Cirebon, yang terletak di bagian timur Provinsi Jawa Barat, memiliki sejarah panjang yang kaya akan budaya dan tradisi. Nama "Cirebon" berasal dari kata "Cai" yang berarti air dan "Rebon" yang berarti udang kecil. Nama ini mencerminkan sejarah kota sebagai pusat perdagangan udang rebon yang berkembang menjadi kota yang kita kenal sekarang. Sejak masa kepemimpinan Pangeran Cakrabuana, Cirebon telah dikenal sebagai penghasil udang rebon yang kemudian diolah menjadi berbagai makanan seperti terasi dan petis.
Deskripsi Lambang Kota Cirebon
Lambang Kota Cirebon berbentuk perisai dengan warna dasar kuning emas di bagian atas dan putih di bagian bawah. Di dalam perisai tersebut terdapat beberapa elemen penting yang masing-masing memiliki makna tersendiri. Elemen-elemen tersebut meliputi daun jati berwarna hijau tua, lukisan laut berombak berwarna biru, udang rebon berwarna kuning emas, garis bergerigi berwarna hitam, dan sembilan bintang berwarna putih.
Makna Elemen-Elemen dalam Lambang
Daun Jati
Daun jati berwarna hijau tua dalam lambang Kota Cirebon melambangkan pemimpin berbudi luhur yang pernah memimpin kota ini, yaitu Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunungjati. Sunan Gunungjati adalah salah satu dari Walisanga yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Daun jati ini juga menggambarkan kekuatan dan ketahanan masyarakat Cirebon dalam menghadapi berbagai tantangan.
Laut Berombak
Lukisan laut berombak berwarna biru menggambarkan kehidupan masyarakat Cirebon yang sebagian besar bekerja sebagai nelayan. Laut yang berombak juga melambangkan dinamika dan semangat masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Selain itu, laut berombak ini mencerminkan keterbukaan Cirebon sebagai kota pelabuhan yang menerima berbagai budaya dan pengaruh dari luar.
Udang Rebon
Udang rebon berwarna kuning emas dalam lambang ini melambangkan kekayaan alam yang dimiliki oleh Kota Cirebon. Udang rebon adalah salah satu hasil laut yang menjadi ciri khas kota ini dan telah memberikan kemakmuran bagi masyarakatnya. Udang rebon juga merupakan bahan baku utama untuk pembuatan terasi yang terkenal dari Cirebon.
Garis Bergerigi
Garis bergerigi berwarna hitam yang melukiskan benteng dengan sembilan puncak menggambarkan cita-cita Kota Cirebon untuk melaksanakan pembangunan di segala bidang. Benteng ini juga melambangkan pertahanan dan keamanan kota dalam menjaga kedaulatan dan kemakmuran rakyatnya.
Sembilan Bintang
Sembilan bintang berwarna putih dalam lambang Kota Cirebon melambangkan Walisanga atau sembilan wali yang dikenal sebagai penyebar agama Islam di Jawa. Empat bintang di atas dasar warna kuning emas menggambarkan ilmu syariat, hakikat, tarekat, dan makrifat. Lima bintang di dalam gambar daun jati menggambarkan rukun Islam, yaitu syahadat, sholat, zakat, puasa, dan haji.
Semboyan "Gemah Ripah Loh Jinawi"
Pada bagian bawah perisai, terdapat pita yang bertuliskan semboyan Kota Cirebon, yaitu "Gemah Ripah Loh Jinawi". Secara bahasa, "Gemah Ripah" berarti negara yang luas dengan rakyat yang banyak, sementara "Loh Jinawi" berarti subur makmur. Semboyan ini mencerminkan cita-cita masyarakat Cirebon untuk menciptakan ketentraman, kesuburan, keadilan, kemakmuran, dan kesejahteraan bagi seluruh warganya.
Pengaruh Budaya dan Sejarah dalam Lambang
Lambang Kota Cirebon tidak hanya menggambarkan elemen-elemen fisik dan kekayaan alam, tetapi juga mencerminkan pengaruh budaya dan sejarah yang kuat. Sebagai kota yang pernah menjadi pusat penyebaran agama Islam di Jawa, Cirebon memiliki warisan budaya yang kaya dan beragam. Hal ini tercermin dalam lambang kota yang menggabungkan simbol-simbol keagamaan, sejarah, dan kekayaan alam.
Kesimpulan
Lambang Kota Cirebon adalah representasi visual dari sejarah, budaya, dan cita-cita masyarakatnya. Setiap elemen dalam lambang ini memiliki makna yang mendalam dan mencerminkan berbagai aspek kehidupan di kota ini. Dari daun jati yang melambangkan pemimpin berbudi luhur hingga udang rebon yang menggambarkan kekayaan alam, lambang ini adalah simbol kebanggaan dan identitas Kota Cirebon.
: Kompas.com
: Detik.com
: GalaJabar